Archive for the ‘Technology’ Category

Remaja dan Technology

Tuesday, February 7th, 2012

Kemarin saya melihat di wall Facebook, ada sebuah video yang di share banyak orang dan dihujat ramai-ramai di setiap komentar sharingnya. Ternyata isi video itu adalah sebuah adegan beberapa anak gadis yang menganiaya teman sebayanya. Salah satu dari mereka dipukul, dimaki-maki hingga pakaiannya disobek-sobek sampai, menurut saya, mengingat kondisi korban seperti itu, video itu tidak layak untuk dipertontonkan dan disebarluaskan.

Di sisi lain saya melihat kasus ini bukan sebuah kasus kelas kakap, seperti pembunuhan atau teroris atau korupsi milyaran, yang pantas kita hakimi beramai-ramai seperti itu, bahkan hingga seluruh dunia tahu dan ikut menghujatnya. Kasus ini hanya pertikaian sekelompok remaja yang memperebutkan lawan jenisnya di masa puber. Saya yakin sebagian besar dari kita, saat remaja, pernah mengalami perkelahian remaja seperti ini, pria maupaun wanita, dan gak sedikit dari kita adalah pelakunya. Saya  tahu apa yang mereka lakukan dalam video itu sungguh keterlaluan, tapi apakah perlu kita membuat mereka menjadi bulan-bulanan dan dimaki-maki seluruh dunia? Hayolah… mereka masih remaja yang masih bisa kita bimbing… mungkin banyak dari kita dulu yang melakukan hal yang sama, bahkan lebih parah dari  itu, sewaktu kita masih remaja. Bedanya, dulu teknologi tidak secanggih sekarang, tapi mental anak muda kita masih tetap sama, tidak sepesat pertumbuhan teknologi sekarang ini. Dulu kita tidak divideokan  sehingga, sengaja atau tidak sengaja, tidak mungkin tingkah masa muda kita bisa dipublish seperti apa yang terjadi dengan remaja sekarang ini. Remaja dengan kesalahan seperti ini tidak seharusnya kita hujat beramai-ramai seperti itu.

Harusnya kita bisa lebih arif menyikapi kejiwaan anak-anak muda kita, generasi penerus kita. Hukum saja ada yang namanya “Kejahatan di Bawah Umur“. Hukuman yang harusnya kita berikan cukup hukuman yang sesuai hukum yang berlaku, dan yang cukup membuat mereka jera, bukan hukuman rasa malu dan kejatuhan mental yang akan menjadi neraka, dan mereka bawa seumur hidup mereka. Sekali lagi MEREKA MASIH REMAJA!. Kasihilah mereka seperti adik-adik kita sendiri. Kita tidak pernah tahu apakah nanti adik-adik atau keluarga kita juga ada yang menjadi “Korban ketidaksiapan mental dalam menghadapi Technology” seperti ini atau tidak. Dan saya sebagai orang yang berkecimpung di dunia technology, merasa pesatnya pertumbuhan technology saat ini, tidak dibarengi pertumbuhan mental manusianya.

Saya ingat kejadian dimana seorang anak muda Non Hindu  mengomentari kemacetan di Bali akibat iring-iringan upacara adat, dengan kata-kata yang tidak pantas, di sebuah account jejaring sosialnya. Awalnya siapa tidak marah keyakinannya dikomentari seperti itu? Saya juga sangat marah. Tapi dengan kejernihan hati, cobalah melihat kondisi mereka yang masih labil kejiwaan dan mentalnya. Saat emosi remaja mereka menggelora, mereka tidak sadar apa yang mereka hadapi bukan hanya sebuah Hand Phone, tapi masyarakat di dunia maya yang tidak mereka lihat dan sadari. Dalam kondisi seperti itu siapapun dapat melakukan hal yang sama. Bayangkan jika kita suatu saat melakukan ketidaksengajaan serupa, atau minimal menjadi keluarga dari orang yang melakukan hal seperti itu? apa kita sudah siap menanggung penghakiman serupa?

Buat orang awam banyak sekali aturan-aturan moral tak tertulis di dunia maya yang belum mereka ketahui. Seperti mempublish foto kemiskinan atau penderitaan orang tanpa seizin orangyang diphotonya. Mempublish sebuah foto karya orang lain tanpa menyertakan link sumbernya. Mempublis foto yang menurut mereka, dengan jiwa yang masih labil, sebagai sesuatu hal yang wajar, tapi menurut kita itu adalah foto yang sangat tidak sopan. Memaki-maki dengan kata-kata kasar di jejaring sosial. Dan masih banyak lagi aturan-aturan etika yang tak tertulis, yang akibatnya secara sistemik, sangat fatal. Termasuk dia yang tidak sadar, mempublish kesalahan orang lain, apa lagi dengan kondisi yang kurang layak untuk dipertontonkan, seperti korban penganiayaan yang ada dalam video tersebut di atas. Jangankan remaja, banyak sekali kasus-kasus menyakitkan yang terjadi akibat ketidak siapan akan penerimaan teknologi seperti ini. Dari kehilangan pekerjaan sampai tindak kejahatan. Bahkan itu terjadi di negara-negara maju, apa lagi di negara berkembang seperti kita ini. 

Untuk itu mari kita sama-sama belajar berlaku dengan kejernihan Hati dan pikiran, karena hanya dengan kejernihan hati dan pikiran, kita akan mampu melihat masalah dari sudut pandang yang lebih luas. Media kita sudah sangat uneducative, jangan ditambah lagi dengan kita berbagi hal-hal yang menjerumuskan mental anak muda kita di jejaring sosial. Lebih baik kita manfaatkan teknologi seperti jejaring sosial untuk berbagi hal-hal yang mendidik, memotivasi dan bermanfaat untuk kita maupun generasi muda kita. Mari kita belajar untuk tidak menghakimi orang lain, minimal melebihi kesalahan yang mereka perbuat. Serahkanlah semuanya kepada hukum yang berlaku.

Semoga Semua Mahluk Berbahagia

Selamat Idul Fitri 1431H

Thursday, September 9th, 2010
Selamat Idul Fitri 1431H

Design by co-that

Keunggulan Blogger

Saturday, December 5th, 2009

Bermula dari sebuah kutipan di Kompas.com
“Remaja yang akrab dengan internet dan gemar blogging terbukti lebih memiliki keunggulan rata-rata 45 persen dibandingkan yang tidak.

Dari kutipan tersebut muncul pertanyaan menarik yang menjadi latar belakang kenapa tulisan ini tertuang kemudian. “Apa keunggulannya??”
Dengan ngeblog seseorang dituntut untuk selalu bisa mengamati sesuaatu, mengolahnya dalam pemikiran-pemikiran dan menuangkannya dalam untaian kata dan kalimat dalam sebuah tulisan. Ini membuat seorang blogger terlatih untuk selalu menghasilkan hal-hal baru yang berbeda dan bermanfaat buat orang yang akan membaca tulisannya. Dengan demikian dengan sendirinya kreatifitasnya pun terlatih, apa lagi jika apa yang dia tuangkan dalam tulisan itu bisa menginspirasai orang lain maupun dirinya sendiri, untuk bisa menghasilkan sesuatu yagn lebih nyata, seperti yang dilakukan rekan-rekan BBC, membentuk sebuah komunitas yang mampu menggerakan semua anggotanya untuk melakukan hal-hal positive yang bergunabuat banyak orang. Selalu terlatih untuk menghasilkan hal-hal baru (baik berupa tulisan maupun realisasinya) itulah yang disebut selalu melatih kreatifitas. Selalu haus akan hal hal baru yang kadang lebih menantang.

Seperti slogan Bali Blogger Community
“Mai Ngeblog Pang Sing Belog” yang artinya “Mari Ngeblog Biar tidak Bodoh”
Semoga Bermanfaat.

Selamat Ulang Tahun BBC

Wednesday, December 2nd, 2009

The World is Getting Flat

Thursday, November 12th, 2009

“Yang lebih dibutuhkan dunia di era keterbukaan dan kemudahan informasi dan teknologi seperti sekarang ini adalah kreatifitas, dibading kepintaran.

Kemudahan informasi dan teknologi menjadikan tingkat pengetahuan orang setara(Flat).

Yang membedakan adalah bagaimana kreatifitasnya bekerja untuk mengolah informasi tersebut, untuk menghasilkan nilai lebih untuk dirinya dan masyarakat.”

terinspirasi dari cara Google memperlakukan employee-nya yang mungkin sedikitpun gak pernah terpikirkan oleh HRD di perusahaan lain yang masih terpaku pada teori2 kaku tanpa menginkuti perkembangan tingkat kenyamanan manusia, dengan kemudahan informasi seperti sekarang ini.